Laporan Praktikum Tulang
LAPORAN HASIL
PRAKTIKUM
Oleh
:
1. Childa
Nur Rusida (04)
2. Diyah
Ayu Nur Safitri (06)
3. Firawati (09)
4. Ita
Bobbiyanti (11)
5. Santoso (22)
6. Ullayya
Dheaurrahma (25)
7. Zainur
Roziqin (28)
Praktikum Tulang Paha Ayam Mentah dengan larutan HCl
A. Tujuan
*
Mengidentifikasi zat penyusun tulang
keras.
*
Mengetahui perubahan pada tulang ayam sebelum dan
sesudah direndam ke dalam larutan HCL.
B.
Landasan Teori
Tulang merupakan salah satu organ
tubuh pada mahkluk hidup. Tulang dapat berupa tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).
Tulang rawan bersifat lentur, tersusun atas sel-sel tulang rawan (kondrosit)
yang mensekresikan matriks (kondrin) berupa hialin atau kolagen. Tulang
rawan dapat terjadi jika kita banyak mengkonsumsi laruta-larutan seperti asam
cuka (HCL). Yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan sangat rawan. Larutan HCL
juga dapat digunakan sebagai pengawet.
Pembentukan tulang keras berawal dari kartilago
(berasal dari mesenkim). Kartilago memiliki rongga yang akan terisi oleh osteoblas
(sel-sel pembentuk tulang). Osteoblas membentuk osteosit (sel-sel tulang).
Setiap satuan sel-sel tulang akan melingkari pembuluh darah dan serabut saraf
membentuk sistem havers. Matriks akan mengeluarkan kapur dan fosfor yang
menyebabkan tulang menjadi keras. Proses pengerasan tulang
disebut penulangan atau osifikasi. Jenis osifikasi adalah desmal
dan kondral. kondral meliputi perikondral dan enkondral. Tulang Keras atau
Osteon terbagi menjadi :
- Tulang panjang (tulang pipa)
- Tulang pipih
- Tulang pendek
- Tulang pneumatika
Tulang
mengandung sel-sel hidup dan matrik intraseluler yang diliputi garam mineral.
Kalsium fosfat menyusun sekitar 80% bahan mineral dan sisanya sebagian besar
terdiri dari kalsium karbonat dan magnesium fosfat.
Sumsum tulang terdapat dalam tulang kering, tulang
paha, tulang pinggul, tulang dada, tulang iga, tulang hasta, tulang belikat dan
kuku.
C. Alat dan Bahan
Alat
:
1. Cawan
petri
2. Pinset
3. Gelas
ukur
4. Penjepit
Bahan :
1. Larutan
HCL
2. Tulang
paha ayam
3. Air
D.
Langkah Kerja
1.
Bersihkan sisa-sisa daging yang melekat pada tulang
paha ayam.
2.
Patahkan/potonglah tulang paha ayam menjadi 2 bagian
agar bagian dalam tulang mudah untuk diamati.
3.
Amati keadaan tulang paha ayam sebelum perendaman
dengan larutan HCL, misalnya kekerasan, kelenturan, dan warnanya. Catatlah
hasil pengamatan.
4.
Larutkan HCL dengan air.
5.
Rendamlah tulang tersebut ke dalam larutan HCl selama
1 jam.
6.
Setelah 1 jam, angkatlah tulang dari larutan HCl
menggunakan penjepit. Letakkan pada cawan petri.
7.
Amati dan catat perubahan yang terjadi pada tulang
paha ayam tersebut.
E. Hasil Pengamatan
No
|
Keadaan
Tulang
|
Sebelum
direndam larutan HCL
|
Sesudah direndam larutan HCL
|
1
|
Warna
|
Putih segar /
putih kemerah-merahan
|
Putih pucat
|
2
|
Kekerasan
|
Keras
|
Lunak
|
3
|
Kelenturan
|
Tidak lentur
|
Lebih lentur
|
F.
Analisis
1.
Warna
Sebelum tulang dimasukkan larutan HCL warnanya putih
segar dan sumsum tulang berwarna merah. Tetapi setelah dimasukkan ke dalam
larutan HCL selama 1 jam warna tulang paha ayam tersebut menjadi putih pucat
dan sumsum tulangnya menghitam. Penyebabnya adalah larutan HCL. larutan HCL
adalah larutan yang termasuk asam dan sekaligus sebagai pelarut zat lain. Warna
tersebut berubah karena molaritas HCL termasuk kuat sehingga zat pewarna yang
ada pada tulang yang sekaligus diikat oleh kalsium di matriks tulang terlarut
oleh larutan asam kuat HCL sehingga
kesegaran warna di tulang tersebut pudar dan berubah menjadi pucat.
2.
Kekerasan
Kekerasan
pada tulang sebelum dimasukkan ke dalam larutan HCL sangatlah keras. Setelah dimasukkan
dalam larutan HCL selama 1 jam, tulang diangkat menggunakan penjepit, setelah
kami amati ternyata tulang menjadi lebih lunak. Hal ini disebabkan oleh larutan
HCL.
HCL memiliki kecenderungan untuk
melarutkan zat lain atau unsur-unsur lain seperti Ca dengan mengikuti reaksi
kimia: HCL + Ca = CaCl2 + H2. Otomatis kalsium pada tulang semakin sedikit
karena terlarut oleh HCL, dalam kondisi tertentu tulang tersebut akan menjadi
lunak sehingga fungsi kalsium sebagai penguat dan yang membantu pertumbuhan
tulang menjadi lemah atau rendah bahkan hilang karena kadar atau komposisi
kalsium pada tulang menurun drastis. Selain itu zat-zat lain yang ada pada
tulang keras seperti fosfor, bikarbonat, sirat, Mg, Na, K dan hidroksi apit
juga terlarut dan menurun drastis sehingga tulang benar-benar menjadi lunak.
Berbeda jauh dengan tulang yang belum dimasukkan dilarutan HCL
3.
Kelenturan
Sebelum
dimasukkan ke dalam larutan HCL tulang paha ayam sama sekali tidak lentur
tetapi setelah dimasukkan tulang ini menjadi lentur dan dapat dibengkokkan dan
dipatahkan. Hal ini dapat membuktikan bahwa larutan HCL yang notabennya adalah
mengandung gabungan dari unsur gas mulia yaitu hidrogen (H) dan unsur lain
berupa clor (Cl) benar-benar dapat menurunkan zat-zat atau unsur-unsur yang ada
pada tulang terutama kadar kalsium pada tulang, sehingga zat-zat penguat tulang
menurun drastis karena telah terlarut oleh kuatnya molaritas dari larutan HCL.
Jadi sekali lagi asam klorida atau HCL adalah salah satu zat pelarut yang
mengandung kadar atau prosentase molaritas yang kuat dan tinggi.
Tulang yang
direndam pada larutan HCL menjadi lunak karena kadar kalsium dan zat-zat penguat
tulang yang lain telah menurun drastis akibat terlarut oleh larutan HCl. HCl
ini lah yg melarutkan kalsium fosfat dan mineral lain, sehingga yang tersisa
adalah kolagen dan zat-zat organik lain. Hal ini terjadi karena asam cuka
berfungsi sebagai mineral yang menyebabkan zat kapur (yang tersusun atas
kalsiun karbonat, kalsium fosfat, zat perekat, dan protein) yang mengisi ruang
antar sel, keluar dari dalam tulang, membentuk endapan di dalam larutan cuka
yang menyebabkan kalsium yang berada di dalam cuka menjadi larut dan membentuk
endapan tersebut. Untuk lebih jelas kita dapat mengikuti persamaan reaksi kimia
berikut ini:
HCL + Ca = CaCl2 + H2
Jadi
otomatis kalsium pada tulang semakin sedikit karena larut dalam asam, maka pada
kondisi tertentu, tulang akan menjadi lebih lentur karena komposisi Ca pada
tulang menurun drastis. Akan tetapi tidak seluruh bagian tulang lentur ada bagian
yang tidak lentur yaitu pada bagian tengah, karena banyak mengandung zat-zat
organik seperti kalsium, fosfor, bikarbonat, sirat, Mg, Na, K dan hidroksi apit
dan garam-garam seperti Kalsium Karbonat (CaCO3) dan (Ca(PO4)2) yang dapat
menjadikan tulang kuat dan keras.
G.
Kesimpulan
Berdasarkan bentuk dan sifatnya,
jenis tulang paha ayam yang digunakan adalah tulang pipa keras. Tulang paha
ayam yang telah mengalami proses perendaman pada larutan HCL, mengalami
perubahan secara struktural. Setelah kelompok kami melakukan pengamatan
terhadap tulang tersebut, warna tulang menjadi putih pucat, tulang juga merapuh
dan lentur. Sumsum yang terdapat di dalamnya juga mengitam. Hal ini terjadi
karena asam cuka berfungsi sebagai mineral yang menyebabkan zat kapur yang
mengisi ruang antar sel, keluar dari tulang, membentuk endapan di dalam larutan
cuka. Oleh sebab itu, tulang menjadi lentur dan rapuh.
H.
Lampiran
1. Paha ayam mentah.
|
2. Tulang Paha ayam yang telah
dibersihkan.
|
3. Tulang dipatahkan menjadi dua.
|
4.
Tulang dimasukkan dalam larutan
HCL.
|
5.
Keadaan tulang setelah direndam
larutan HCL, selama 1 jam.
|
6.
Keadaan tulang setelah diangkat
dari larutan HCL.
|
Komentar
Posting Komentar